Apa itu ZRAM? User Linux dan Android Wajib Tau!

Ilustrasi Memori Perangkat
Ilustrasi Memori Perangkat

Teman-teman pengguna ponsel Android pasti pernah mendengar istilah ZRAM. Namun ternyata ZRAM ini sering di diperbincangkan oleh user Linux juga. Sebenarnya apa sih ZRAM itu? Apa fungsinya dan alasan ZRAM ini diciptakan? Mari kita bahas sob!

ZRAM adalah salah satu fitur kernel Linux yang berfungsi untuk menggunakan ruang sisa RAM sebagai memori cache terkompresi. “Disk” terkompresi ini nantinya akan digunakan untuk memindahkan proses pada RAM yang tidak digunakan agar penggunaan RAM menjadi lebih lega.

Lalu apa bedanya? Bukankah sama-sama menggunakan RAM? Menggunakan ZRAM akan mengurangi penggunaan RAM secara efisien karena data yang digunakan akan dikompresi, meskipun sama-sama tersimpan di RAM namun bisa lebih irit, kira-kira begitu. ~

Perangkat yang menggunakan SSD dan Flash Storage juga lebih baik menggunakan ZRAM daripada swapdisk. Seperti kita tau SSD memiliki batasan jumlah write yang lebih sedikit. Menggunakan swap secara berlebihan akan mengurangi umur SSD itu sendiri. Oleh sebab itu penggunaan ZRAM pada perangkat ini sangat disarankan.

ZRAM ini bisa digunakan untuk swap RAM maupun TMPFS. Jadi selain bisa untuk swapping, ZRAM akan digunakan untuk menyimpan file cache misalnya dijadikan partisi /tmp. Dengan mengubahnya menjadi sebuah partisi maka akan membuat write cache menjadi lebih cepat!

Mengulas Apa Itu ZRAM

zram, yang sebelumnya disebut compcache , adalah modul kernel Linux untuk membuat perangkat blok terkompresi dalam RAM, yaitu “disk RAM”, tetapi dengan on-the-fly kompresi. Perangkat blok yang dibuat dengan zram kemudian dapat digunakan untuk swap atau sebagai disk RAM tujuan umum. Dua kegunaan paling umum untuk zram adalah untuk penyimpanan file sementara (/tmp) dan sebagai “disk” swap. Awalnya, zram hanya memiliki fungsi yang terakhir, maka nama aslinya “compcache” (“cache terkompresi”).

Dikutip dari Wikipedia, setelah empat tahun di area pementasan driver Linux, zram diperkenalkan ke kernel Linux mainline di versi 3.14, dirilis pada 30 Maret 2014. Dari Linux kernel versi 3.15 dan seterusnya (dirilis pada 8 Juni 2014), zram mendukung banyak aliran kompresi dan beberapa algoritma kompresi. Algoritma kompresi termasuk LZ4 , LZO , ZSTD , 842 dan modifikasinya. Standarnya adalah “LZO-RLE”, yang memiliki keseimbangan kecepatan dan rasio yang cukup baik. Seperti kebanyakan parameter sistem lainnya, algoritma kompresi dapat dipilih melalui sysfs.

ZRAM VS Zswap

Ketika digunakan sebagai ruang swap terkompresi, zram mirip dengan zswap, yang bukan disk RAM untuk keperluan umum, melainkan cache terkompresi di dalam kernel untuk halaman swap. Namun, tidak seperti zswap, zram tidak dapat menggunakan hard disk sebagai backing store (saat ini masih dimungkinkan dengan menambahkan patch untuk CONFIG_ZRAM_WRITEBACK), yaitu ia tidak dapat memindahkan page yang jarang digunakan ke disk. Di sisi lain, zswap membutuhkan backing store, sedangkan zram tidak.

Ketika digunakan untuk swap, zram (seperti zswap juga) memungkinkan Linux untuk membuat penggunaan RAM yang lebih efisien, karena sistem operasi kemudian dapat menyimpan lebih banyak halaman memori dalam swap terkompresi daripada jika jumlah RAM yang sama telah digunakan sebagai memori aplikasi atau cache disk. Ini sangat efektif pada mesin yang tidak memiliki banyak memori. Pada 2012, Ubuntu secara singkat mempertimbangkan mengaktifkan zram secara default pada komputer yang memiliki jumlah RAM kecil.

Ruang swap terkompresi dengan zram/zswap juga menawarkan keuntungan untuk hardware kelas bawah seperti embedded devices dan netbook. Perangkat tersebut biasanya menggunakan penyimpanan berbasis flash, yang memiliki lifespan terbatas karena write amplification, dan juga menggunakannya untuk menyediakan ruang swap. Pengurangan dalam penggunaan swap sebagai akibat dari penggunaan zram secara efektif mengurangi jumlah keausan yang ditempatkan pada penyimpanan berbasis flash seperti itu, sehingga memperpanjang masa pakai yang dapat digunakan. Selain itu, menggunakan zram menghasilkan I/O yang berkurang secara signifikan untuk sistem Linux yang membutuhkan swapping.

Google Chrome OS menggunakan zram secara default sejak 2013. Android menyertakan zram sejak versi 4.4. Lubuntu juga mulai menggunakan zram dalam versinya 13.10.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*