Baterai Smartphone Adalah Nyawa Bagi Ponsel

Baterai Android Baterai Android

Sebuah ponsel dapat berjalan dan melakukan aktifitasnya karena memiliki daya pendukung. Sebuah energi dibutuhkan agar sebuah ponsel dapat menyala dan menlayani pemiliknya dengan semestinya. Tanpa energi, ponsel seolah tidak memiliki kehidupan dan hanya seperti benda mati saja.

Sebenarnya selain baterai, listrik PLN juga merupakan sebuah sumber energi yang bisa digunakan untuk menghidupkan smartphone. Akan tetapi, melihat dari mobilitas dan portabilitas, pengguna memerlukan sebuah energi yang praktis dan bisa dibawa kemana saja. Bayangkan jika tidak ada baterai seperti sekarang ini, Anda pasti harus menggulung-gulung kabel agar sebuah ponsel bisa menyala. Sungguh tidak praktis.

Dilihat lagi dari teknologi yang semakin canggih sekarang ini. Baterai berukuran kecil saja dapat memuat daya yang sangat besar. Perkembangan ini membuktikan bahwa semua aktifitas dapat dimobilisasi dan dibuat seminim mungkin. Memang, semakin kecil sebuah benda akan semakin sedikit membutuhkan bahan pembuatan. Tapi jika dilihat dari kerumitan dan proses riset yang tidak sebentar, tidak menutup kemungkinan jika meminimalkan ukuran sebuah teknologi justru akan membutuhkan biaya yang lebih besar.

Minimalisir ukuran pada baterai juga telah diimbangi dengan ketahanan baterai yang semakin baik. Jika pada awal-awal ditemukannya baterai tidak dapat diisi ulang, kini baterai telah dapat diisi ulang sampai ratusan ribu kali, bahkan jutaan-kali. Berdasarkan ketahanan dan kualitas baterai tersebut, semakin baik kondisi dan teknologi yang digunakan maka akan semakin lama pula ketahanan baterai tersebut. Baterai tidak akan menggembung apalagi bocor.

Merawat Baterai

Sebagian besar pengguna banyak yang meremehkan ketahanan baterai dan tidak peduli dengan kondisi baterai yang di gunakan saat ini. “Jika baterai rusak, ya ganti yang baru!” itulah yang dipikirkan sebagian orang. Memang benar, baterai akan sulit diperbaiki jika telah mencapai masanya. Tetapi anda dapat memperpanjang masa pakai baterai tersebut sehingga akan menghemat uang Anda. Dan jangan lupa, baterai yang sudah rusak jangan dibuang sembarangan, bahan kimia yang terdapat didalamnya dapat mencemari lingkungan sekitar Anda. Sebaiknya, buang baterai di tempat yang menyediakan daur ulang perangkat elektronik.

1. Perhatikan Tegangan Listrik

Ketika mengisi daya baterai, pastikan daya yang digunakan sesuai dengan apa yang telah direkomendarikan dari produser perangkat. Semisalkan daya yang harus terpenuhi adalah berkisar 220-150 volt, maka jangan sampai tegangan listrik rumah kurang dari nominal tersebut apalagi melebihi voltase tersebut. Karena daya yang tidak sesuai akan mengurangi masa pakai baterai tersebut.

2. Perhatikan Lama Pengisian daya

Jangan lupa, setelah baterai penuh, segera lepaskan pengisi daya dari perangkat Anda. Hal ini diperlukan agar daya yang disimpan tidak berlebihan dan membuat kerusakan pada sel baterai. Apa yang terjadi jika baterai dibiarkan tetap terisi?

Sebenarnya pada perangkat smartphone Anda saat ini telah dapat mendeteksi kapasitas baterai yang tersisa dan kapasitas yang sedang diisi. Bahkan, sebagian smartphone telah dapat mendeteksi estimasi waktu pengisian baterai yang tersisa. Sehingga Anda tidak perlu khawatir jika anda lupa dalam melepas charger ketika baterai penuh. Ponsel akan secara otomatis memutuskan dan menghentikan proses pengisian daya yang sedang berlangsung.

Lalu untuk apa melepaskan pengisi daya ketika baterai mulai penuh?“. Sebenarnya ini lebih kepada kebiasaan masing-masing saja. Jika anda membiarkan baterai yang sudah penuh terus terisi, berarti anda masih memiliki kebiasaan buruk. Namun jika melepaskan daya tepat pada waktunya, berarti anda adalah orang yang konsekuen dan tepat waktu. Kadang-kadang, membiarkan pengisian daya tetap berlangsung justru hanya akan membuang-buang pemakaian listrik rumah dan akan boros uang.

3. Jangan biarkan baterai habis

Salah satu kebiasaan buruk pemilik ponsel pintar adalah membiarkan baterainya habis sampai perangkat mati. “Apakah ini baik?” Maka saya akan menjawab “Tidak“! Ketika daya baterai mulai berkurang dan penggunaan perangkat masih berlangsung, maka kerja baterai dalam memberikan suplay daya menjadi lebih besar. Baterai lebih bekerja keras dalam memberikan kehidupan bagi ponsel. Sehingga jika hal ini dilakukan berkelanjutan dan dalam waktu yang lama, maka akan membuat baterai Anda tidak berumur panjang. Seperti sebuah kehidupan, baterai juga memiliki umur 🙂

4. Jangan dibanting

Kalau dibanting ya rusak 🙂 . Ketika kamu sedang marah, sedang emosi, jangan banting baterai beserta ponselnya ke benda keras. Isi baterai memiliki tekanan yang tinggi dan banyak mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya. Ketika baterai dibanting, maka sekat-sekat antar baterai dapat terputus sehingga bahan kimia yang semula telah dipisah akan segera bergabung. Pemisahan dilakukan agar pada kutup negatif dan kutup positif memiliki perbedaan muatan, inilah yang membuat listrik mengalir. Jika sekat terlepas, maka tidak akan ada lagi listrik yang mengalir pada baterai tersebut. Akan ada koneksi langsung dari tempat pemisah tersebut dan dapat terjadi konsleting listrik sehingga membuat baterai panas bahkan meledak.

Selain itu, terlalu sering menggoncang-goncangkan perangkat akan membuat struktur baterai berubah dan tidak seperti semula lagi. Perubahan-perubahan struktur akan mengurangi masa pakai baterai dan merusak sel-sel dari baterai. Terlalu banyak benturan juga akan mempercepat kerusakan pada baterai.

5. Jauhkan dari medan magnet

Benda konduktor, dan benda elektronik lain yang dapat dialiri listrik dapat terpengaruh oleh magnet, tidak terkecuali baterai pada ponsel. Mendekatkan baterai pada benda yang memiliki medan magnet dapat mempercepat kerusakan dan mengurangi daya baterai tersebut.

Sebaiknya jauhkan menempatkan baterai didekat speaker berukuran besar karena akan rawan terpengaruh oleh medan magnet speaker tersebut. Tapi tidak mungkin juga ya menaruh baterai didekat speaker? 🙂 apalagi sekarang penggunaan headset sudah semakin banyak. Cuma untuk berjaga-jaga saja sebenarnya.

6. Perhatikan suhu baterai

Baterai dapat meledak jika terlalu panas. Kondisi baterai yang terisolasi rapat yang terkena suhu panas dapat membuat tekanan dari dalam menigkat. Jika tekanan tersebut terlalu kuat, maka baterai dapat meledak dan melukai orang-orang disekitar. Baterai akan terasa hangat jika penggunaan daya yang dilakukan ponsel terlalu besar. Sebaiknya, pemakaian yang wajar lebih disarankan dibandingkan memaksakan penggunaan ponsel untuk memproses program yang memerlukan daya besar.

7. Jauhkan dari gelombang mikro

Anda tau microwave? Ternyata, baterai yang berada dekat microwave dapat meledak setelah menaruhnya selama beberapa jam. Sinyal dari microwave yang bersifat panas dapat memperngaruhi kinerja dari dalam baterai sehingga akan membuat kerusakan fatal pada baterai. Gelombang mikro tersebut dapat menghapus sifat kelistrikan pada baterai dan merusak sel-sel baterai.

Penggunaan baterai secara normal memang diperlukan untuk menjaga umur baterai lebih lama. Kesalahan dan kelalaian dapat merusak sel-sel baterai bahkan berbahaya karena dapat berpotensi meledak. Hal-hal yang perlu disimpulkan adalah menambah kehati-hatian pengguna dan selalu bertindak sesuai aturan yang ditetapkan. Buang baterai pada tempatnya jika sudah rusak agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Mahasiswa jurusan Teknologi Informasi di STMIK Indonesia Banjarmasin,

no description about myself 😛

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. Cara Belanja Buku di Era Smartphone

Leave a comment

Your email address will not be published.


*