Pengertian Headless Mode Pada Drone

Headless Mode Pada Drone Headless Mode Pada Drone

Apakah yang dimaksud dengan Headless Mode pada drone? Bagi anda yang baru saja melihat dan membuka spesifikasi drone di toko online pasti sering menemukan istilah-istilah seperti Headless Mode. Apa itu Headless mode dan bagaimana cara kerjanya? Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai fitur tersebut.

Arti Headless Mode

Jika dilihat dari segi bahasa, headless mode dapat diartikan sebagai “Tanpa Kepala”. Dengan demikian pilot drone tidak perlu memikirkan mana bagian depan drone dan mana bagian belakang drone. Karena meskipun drone sedang berputar-putar, bagian depan drone tetap sama seperti ketika pertama kali di atur.

Kapan Headless Mode Diperlukan?

Biasanya orang yang baru pertama kali menerbangkan drone akan kesulitan untuk membedakan mana bagian depan dan mana bagian belakang. Jika drone sedang menghadap kebelakang dan pilot membelokkan ke kiri, maka yang terjadi adalah drone akan berbelok ke kanan, sedangkan jika pilot mengarahkan kendali kedepan drone justru akan menuju kebelakang. Disini pilot harus menggunakan logika orientasi agar drone dapat terbang dengan arah yang benar.

Apalagi jika drone sedang terbang tinggi, bentuk drone yang bulat akan lebih sulit untuk membedakan dimana posisi kepala drone berada.

Dengan mengaktifkan fitur headless mode, pilot pemula sekalipun akan dengan mudah untuk menerbangkan drone sesuai arah yang dia inginkan. Bagian depan akan tetap sama meskipun drone berputar ke berbagai arah yang tidak menentu.

Gambar kompas dari Wikipedia

Fitur headless mode ini menggunakan sensor magnetic (kompas) untuk mengunci posisi drone. Jadi kemanapun drone berbelok, bagian depannya akan tetap sama karena kompas sebagai patokannya. Dengan demikian meskipun drone sedang terbang tinggi dan posisi yang jauh, drone dengan mudah dapat ditarik mundur.

Cara mengaktifkan

Untuk mengaktifkan fitur ini, yang pertama kali dilakukan adalah mengkalibrasi drone. Letakkan drone pada tempat yang datar dan lakukan kalibrasi.

Setelah proses kalibrasi selesai, posisi arah drone saat itu akan dikunci. Bagian depan drone saat itu akan selalu menjadi bagian depan ketika headless mode diaktifkan.

Misalnya saat proses kalibrasi drone sedang menghadap ke barat, maka saat headless mode diaktifkan, posisi depan drone selalu ada di arah barat drone meskipun saat terbang drone sedang menghadap ke arah timur misalnya.

Cara mengkalibrasi drone berbeda-beda sesuai dengan apa merek drone yang anda beli, silahkan lihat pada buku petunjuk untuk mengetahui bagaimana cara mengkalibrasi drone.

MJX Bug 3, kalibrasi dilakukan dengan mengarahkan kedua pengendali ke kanan bawah.

Setelah drone di kalibrasi dan fitur headless mode telah diaktifkan, maka sekarang anda tidak perlu pusing lagi untuk memikirkan orientasi drone saat terbang. Bagian depan drone akan tetap sama seperti saat di kalibrasi.

Semoga anda mengerti dengan penjelasan saya ini, kalau masih bingung silahkan bertanya 🙂

Mahasiswa jurusan Teknologi Informasi di STMIK Indonesia Banjarmasin,

no description about myself 😛

Leave a comment

Your email address will not be published.


*