Waduh, Menonton DVD melalui Linux ilegal di Amerika!

Criminal, image by wichita.edu Criminal, image by wichita.edu

Sempat terkejut juga ketika mendengar bahwa menonton DVD di Linux itu ilegal hehe. Diawali ketika saya mencari artikel di HowToGeek tentang tutorial Linux, eh tidak sengaja melihat judul yang menyatakan bahwa di USA, Menonton DVD melalui linux adalah illegal! Hah!? kira-kira kenapa ya? ๐Ÿ˜ฎ

Inilah sebabnya mengapa Ubuntu dan distribusi Linux lainnya tidak menyertakan dukungan DVD out-of-the-box, yang membuat Anda harus mendownload dan menginstal libdvdcss dari tempat lain (bukan melalui repositori perangkat lunak distribusi Linux), atau mereka (Ubuntu) akan mendapat masalah.

Jika Anda orang Amerika yang menonton DVD di Linux, ada kemungkinan DMCA menetapkan Anda sebagai seorang penjahat. ๐Ÿ˜ฎ

What the DMCA Says

Digital Millennium Copyright Act (DMCA) mulai berlaku pada tahun 1998 di Amerika Serikat. DMCA adalah undang-undang hak cipta yang mencakup tindakan anti-circumvention. Singkatnya, DMCA didirikan untuk melindungi perangkat teknologi dari pelanggaran hak cipta.

Langkah-langkah perlindungan teknologi juga diterapkan di eBuku, sehingga menghapus DRM pada e-book agar bisa dibaca pada Aplikasi lain secara teknis merupakan kejahatan juga.

Anda dapat menemukan lebih banyak informasi tentang DMCA dan tindakan anti-circumvention-nya di situs Chilling Effects.

Sebenarnya Video DVD itu di-enkripsi

Sebenarnya memutar video DVD itu sederhana dan sangat mudah. Anda tinggal memasukkan disk DVD ke komputer atau laptop, dan video anda akan langsung diputar melalui software yang ada. Sangat mudah sekali tentunya.

Tapi taukah anda bahwa sebagian besar video DVD yang dijual di pasaran resmi sudah dienkripsi menggunakan Content Scramble System (CSS)? Jika ingin memproduksi DVD player sendiri, Anda harus melisensikan dukungan CSS dari DVD Copy Control Association (DVD CCA). Sebagai bagian dari skema perizinan ini, Anda juga harus menerapkan fitur perlindungan salinan lainnya, seperti sistem kode wilayah yang mencegah DVD dibeli di satu bagian dunia agar tidak diputar pada pemutar DVD yang dibeli di tempat lain.

Dengan sistem keamanan tersebut seandainya Anda membeli kaset DVD di Amerika atau negara tertentu tidak dapat diputar di negara kita Indonesia. ๐Ÿ™‚

https://i2.wp.com/s18.postimg.org/i3fhucr8p/select-dvd-drive-region.png?resize=561%2C411&ssl=1

Sumber gambar: Flickr

Untuk DVD yang diproduksi sendiri dan digunakan pribadi tidak menggunakan enkripsi CSS dan bisa diputar ulang secara normal.

Awalnya Linux Tidak Bisa Memutar DVD

Pada tahun 1999, tidak ada cara untuk memutar DVD pada sistem operasi Linux. Sementara pemutar DVD yang terpasang di komputer yang datang pada perangkat lunak DVD-player berlisensi untuk Windows, mereka tidak dapat digunakan di Linux.

Kemudian seorangย programer asal Norwegia bernama Jon Lech Johansen menciptakan DeCSS dengan merekayasa ulang pemutar DVD yang kurang terlindungi. DeCSS mampu mendekodekan enkripsi CSS, memungkinkan perangkat lunak tanpa lisensi untuk mengakses data pada kaset video DVD. Sebelum DeCSS diciptakan, pengguna Linux tidak memiliki kemampuan untuk menonton DVD video di Linux sama sekali.

Sebagai tanggapan, rumahnya digerebek oleh polisi Norwegia pada tahun 2000 dan DVD CCA mencoba untuk mengadili dia berdasarkan kode kriminal Norwegia. Dia akhirnya dibebaskan, namun proses pengadilan memakan waktu yang lama hingga beberapa tahun.

Wah serem ya ๐Ÿ˜ฎ

Linux Modern

Mesin Linux modern tidak menggunakan DeCSS. Namun, dengan memeriksa kode DeCSS, orang menyadari bahwa CSS rentan terhadap serangan brute force. CSS menggunakan enkripsi 40-bit dan tidak menggunakan kunci yang pasti, sehingga bisa dibilang merupakan enkripsi yang sangat lemah. Komputer modern bisa memecahkan enkripsi CSS DVD melalui brute force (yaitu dengan mencoba setiap password secara otomatis) hanya dalam beberapa detik.

Inilah yang digunakan libdvdcss. Dengan libdvdcss yang terpasang di Linux, setelah Anda memasukkan DVD ke dalam drive DVD komputer, komputer Anda akan memodifikasi enkripsinya hanya dalam beberapa detik. Dari luar terlihat seperti DVD yang langsung diputar otomatis oleh VLC Media Player, namun sebenarnya komputer Anda telah memecahkan kunci enkripsi di latar belakang agar dapat diputar.

https://i0.wp.com/s14.postimg.org/w0bfppkdt/dvd-in-vlc-without-libdvdcss.png?resize=620%2C456&ssl=1

Gambar dari howtogeek.com

Jika libdvdcss tidak terinstall, DVD tidak bisa diputar sama sekali!

Status Resmi Hukum

Tidak seperti DeCSS, tidak ada tantangan hukum terhadap libdvdcss, walaupun tampaknya ilegal di bawah DMCA.

Putusan pengadilan di AS telah menegaskan bahwa breaking CSS Encryption merupakan pelanggaran terhadap DMCA. RealNetworks pernah menghasilkan RealDVD, sebuah aplikasi yang dapat digunakan pengguna untuk menyalin DVD mereka sendiri serta dapat membuat salinan digital dengan cara Ripping CD, karena biasanya orang-orang me-Rip CD audio.

DVD CCA berpendapat bahwa, walaupun Real telah memberi lisensi dukungan enkripsi CSS dari mereka, ini tetap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan mereka dan pelanggaran terhadap DMCA. Pengadilan memutuskan bahwa Real telah melanggar tindakan anti-circumvention DMCA. Aplikasi DVD-ripping lainnya, seperti Handbrake yang populer, juga ilegal di bawah DMCA, meskipun tersedia secara luas di Internet.

Sementara DMCA memiliki proses pengecualian – inilah mengapa legal untuk jailbreak telepon (tapi bukan tablet) – namun pengecualian tidak pernah diberikan untuk menonton DVD di Linux. Pemerintah terus menganggap ini ilegal, sama seperti menganggap Ripping DVD ke komputer Anda ilegal.

Update: Mulai Januari, tidak legal membuka unlock ponsel tanpa izin dari operator yang Anda beli dari itu, dengan asumsi mereka menguncinya terlebih dahulu. Anda bisa membeli telepon yang unlocked, tapi harganya lebih mahal. (Berlaku di Amerika)

Sebenarnya, Linux Memiliki Pemutar Video Berlisensi

Memang benar bahwa pengguna Linux harus menjadi “penjahat” untuk menonton DVD video komersil (setidaknya di AS). Namun, sekarang ada pemutar DVD berlisensi yang tersedia untuk Linux.

Sebagai contoh, Ubuntu Software Center menawarkan Fluendo DVD Player berlisensi. Pemutar DVD ini dikenakan biaya $ 25, meskipun Anda mungkin sudah membayar lisensi pemutaran DVD berlisensi yang disertakan dengan drive DVD komputer Anda. Jika Anda membeli pemutar Cyberlink berlisensi, yang sebelumnya merupakan satu-satunya pilihan legal untuk menonton DVD di Linux di AS, Anda mungkin perlu membeli Fluendo DVD Player untuk memutar DVD pada versi modern Ubuntu.

https://i2.wp.com/s23.postimg.org/5rhfaal23/fluendo-dvd-player-in-ubuntu-software-center.png?resize=620%2C483&ssl=1

Screenshot dari howtogeek.com

Namun faktanya banyak sekali pengguna Linux lebih memilih untuk menonton DVD dengan cara menginstall libdvdcss yang sebenarnya adalah ilegal. Alasannya hanya karena gratis dan dapat digunakan untuk berbagai pemutar video termasuk VLC Video Player dan pemutar video lainnya.

Yupz, hukum ini mungkin hanya berlaku di Amerika saja. Negara lain mungkin memiliki hukum serupa misalnya Kanada yang sekarang memiliki undang-undang yang membuat “breaking a digital lock” ilegal, yang juga akan membuat hal ini ilegal di Kanada.

dikutip dari howtogeek.com.

Mahasiswa jurusan Teknologi Informasi di STMIK Indonesia Banjarmasin,

no description about myself ๐Ÿ˜›

Leave a comment

Your email address will not be published.


*