Pindah Ke HTTPS? Pertimbangkan Hal-Hal Berikut

Gambar Protokol HTTPS Gambar Protokol HTTPS

Berpindah protokol dari HTTP ke HTTPs ternyata tidak boleh sembarangan. Ada hal-hal yang harus diperhatikan sebelum benar-benar berpindah dari protokol tersebut. Ini agak sedikit penting, karena jika diabaikan dimasa depan akan ada kesulitan dan mungkin bisa jadi ada penyesalan.

Kini banyak sekali pemilik blog yang mulai menggunakan protokol HTTPS. Bahkan sekarang blog gratis yang di hosting di wordpress.com juga mengubah semua protokol penggunanya ke jaringan HTTPS. Apalagi sekarang situs yang menggunakan HTTPS sudah semakin banyak. Selain karena pengaruh dalam peningkatan SEO, hal ini juga dikarenakan adanya layanan SSL gratis dari StarSSL dan Cloudflare. Jadi semakin banyak deh yang migrasi ke HTTPS (termasuk saya).

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan:

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda benar-benar ingin menggunakan protokol HTTPS, tapi bisa juga sebagai referensi jika Anda sudah menggunakan protokol HTTPS duluan. Perhatikan hal-hal berikut:

1. JavaScript External

Jika sebelumnya (ketika masih menggunakan http) javascript eksternal website Anda berada di protokol http juga, maka sekarang Anda wajib memindahkan javascript tersebut ke protokol https. Mengapa demikian? Karena jika dalam satu halaman https tersebut terdapat element script yang berada di luar sambungan aman, maka script akan diabaikan oleh browser.

Pernah memasang widget Alexa dan Widget dari HitStat? Nah, kedua widget populer tersebut sekarang tidak bisa lagi dipasang di website Anda. Hal ini karena (saat artikel ini ditulis) kedua situs tersebut masih menggunakan protokol HTTP dan belum mendukung HTTPS. Jika Anda memasang kedua script tersebut, maka tidak akan bisa tampil di website Anda. Mari kita tunggu sampai kedua situs itu mendukung protokol https.

2. Gambar Internal dan External

Sudah lama ngeblog pasti sudah banyak juga memposting berbagai macam artikel dan gambar. Namun kini Anda akan segera berpindah ke https, apakah gambar tersebut berada di jaringan https juga? Jika gambar berada pada hosting yang sama dan menggunakan CMS WordPress, itu bukanlah sebuah masalah karena semua gambar bisa kita rubah sekaligus agar berada pada protokol yang sama. Namun jika berada di hosting eksternal? Apakah mungkin hosting ekternal tersebut juga mendukung jaringan https?

Sebenarnya bukan menjadi masalah jika gambar berada di hosting yang berbeda dan masih menggunakan protokol http. Namun akan kurang bagus rupanya jika gambar tersebut masih berada di protokol yang demikian. Tidak ada masalah, gambar akan tetap tampil di website tersebut, namun yang menjadi permasalahan adalah logo secure di browser akan menjadi logo warning.

Pernah lihat bukan jika di sebelah tulisan di Address bar terdapat logo gembok ketika sedang mengakses situs yang mempunyai sambungan aman? Nah, jika salah satu gambar yang dipasang di situs tersebut berada pada jaringan yang tidak aman, maka gambar gembok itu akan berubah menjadi gambar segitiga dengan tanda seru di dalamnya. Ini biasa kita jumpai ketika membuka situs menggunakan browser Mozilla Firefox.

3. Script Iklan

Website Anda sudah dipasangi dengan iklan? Pastikan iklan tersebut didukung pada jaringan https. Jika tidak, tentu saja iklan tersebut tidak akan tampil. Alasannya sama seperti point yang nomor 1 tadi yaitu script iklan menggunakan javascript eksternal dan jika iklan tersebut berada di jaringan http, maka browser akan mengabaikan iklan tersebut dan tentunya iklan tidak akan tayang di website Anda.

Sayang sekali memang jika Anda sudah lama menjadi publiser tersebut dan kini iklan yang dipasang di website tidak akan tampil. Karena saat ini masih sedikit penyedia iklan yang menggunakna https juga. Maka dari itu periksalah apakah script iklan yang dipasang dapat mendukung protokol https atau tidak sebelum penyesalan terjadi.

4. Koneksi Lebih Lambat

Banyak yang tidak tau bahwa situs yang menggunakan HTTPS membutuhkan proses negosiasi yang cukup rumit antara browser dan server. Proses negosiasi ini tentu saja diperlukan karena koneksi yang dikirim oleh server terenkripsi dan harus meminta kunci protokol kepada penyedia layanan SSL. Dengan cara ini, penyambungan situs dan browser tidak bisa langsung begitu saja didapatkan. Perlu beberapa proses hingga halaman tersebut dapat di decripted oleh browser dan ditampilkan ke pengguna.

Jadi jangan heran jika setelah situs Anda menggunakan protokol HTTPS, respon akan terasa sedikit lambat daripada saat menggunakan protokol HTTP. Meskipun hanya berselisih beberapa microdetik, namun hal ini akan terasa jika koneksi internet pengguna sangatlah lambat. Proses negosiasi yang gagal pada koneksi yang lambat akan sangat rawan untuk menampilkan jendela sambungan aman yang gagal.

Oke, itu saja yang bisa saya informasikan mengenai https. Itu semua murni pengalamanku dan sampai sekarang juga masih harus banyak perbaikan agar halaman Pramudito.com menjadi 100% secure. Semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat.

Mahasiswa jurusan Teknologi Informasi di STMIK Indonesia Banjarmasin,

no description about myself 😛

15 Comments on Pindah Ke HTTPS? Pertimbangkan Hal-Hal Berikut

  1. mantap ulasannya gan.. masih mikir nih buat pindah ke https 🙂

  2. iya gan, script iklan saya ga tampil di blog https saya.

    apakah agan punya solusi lain untuk saya?

  3. iya memang semua memiliki resiko , saya juga bingung harus pindah atau tidak dari http ke https , sedangkan banyak pakar ceo mengatakan https lebih signifikan di tahun 2016 karena mesin pencari raksasa lebih menyukai situs https di 2016 ini , di sisi lain mau tidak mau harus bersaing , tq gan atas penjelasanya

  4. Thank informasinya gan, namun masih ada yang ingin saya pertanyakan, jika pindah dari http ke https, apakah backlink yang sudah terindex mesin pencari di hhtp tetap akan terindex juga pada https gan.
    Mohon pencerahannya gan ?
    Terima ksih

    • Tetap terindex, asalkan di redirect (301)

      • sudah saya redirect semua mas, namun saya cek di Webmaster backlink yang tadinya sekitar 700 an sekarang habis hanya tinggal 1 ya mas. Kalau segi trafic, pengunjung tetap normal seperti biasanya kisaran 800 s/d 1000 an mas. Selain itu ranking di SERP juga tidak ada perubahan yang seknifikan. Bagaimana menurut mas Damar kalau seperti itu ?

        • Backlink memang tidak bisa diredirect jadi akan kembali nol jika pindah ke https 😀
          Namun jika halaman sudah dialihkan dengan benar, nilai backlink menuju halaman lama akan dihitung di halaman baru (https) 🙂
          SERP mungkin bertahap ya, https memang menjadi salah satu faktor SEO tapi hanya sekian persen dan perhitungannya berkala. Jadi pengaruhnya belum terasa jika baru berpindah kemarin 🙂

  5. Blog utama saya masih pakai http om 🙂 pengennya pakai https kalau udah sukses pakai http2 biar ga terlalu lemot reponse timenya, kemaren sempet utak-atik pakai domain dummy + ssl di vps & mau nyoba http2 tapi gagal malah error blognya ga bisa dibuka 🙁

  6. Selain beberapa poin di atas, ternyata migrasi dari http ke https juga pengaruh sama backlink ya mas. Itulah yang saya alami, tadinya backlink skitar 700 an, dan sekarang tinggal 2 saja. Namun, klu di cek di serp tidak ada perubahan sama sekali, artikel masih mendapat ranking baik di google. Dengan hilangnya semua backlink tersebut, pengaruh ga ya mas untuk kelanjutan website saya ? Terima kasih

    • Backlink sepertinya tidak bisa diredirect mas, tapi nilai dari backlink itu tetap ada. Karena http dan https adalah dua halaman yang berbeda. Karena sudah diredirect, halaman https punya nilai tambahan dari halaman http biasa.

      Jadi jangan takut jika backlink kembali nol, karena halaman yang dibacklink memang sudah tidak ada lagi dan dialihkan ke halaman baru. Dan itu wajar (asalkan redirect 301) 🙂

  7. Saya punya toko online, tapi metode pembelian dilakukan secara manual, yaitu dengan menghubungi saya langsung via hp, sehingga pembeli tidak perlu memasukkan data-data sensitif di website saya saat melakukan transaksi.

    Nah, yang menjadi pertanyaan: kalau website yang seperti itu apakah perlu juga berpindah ke https?

    Mohon pencerahannya ya, gan. Terima kasih

    • Tidak terlalu masalah pakai https atau tidak karena seperti yang Anda jelaskan tidak ada proses transaksi di website tersebut.

      Akan tetapi jika berpindah ke https, tentunya akan ada nilai lebih seperti tingkat kepercayaan pengunjung dan posisi yang lebih baik di Google. 😉

Leave a comment

Your email address will not be published.


*